ITIL bukanlah standarisasi yang resmi tetapi sebuah
kerangka yangmana sumber pelaksanaan yang baik dalam service management.
Standarisasi dari IT service management (ITSM) adalah ISO/IESC 20000, yang mana
selaras tetapi tidak bergantung pada, ITIL.
Sebagai standarisasi resmi, ISO/EIC 20000
mendefinisikan kumpulan persyaratan yangmana sebuah organisasi dapat secara
bebas memeriksa dan jika mereka memenuhi persyaratan, dapat mengefek ke
sertifikat. Persyaratan berfokus pada apa yang harus di capai bukan hanya
bagaimana itu dilakukan. ITIL menyediakan petunjuk tentang bagaimana solusi
aspek-aspek perbedaan dapat berkembang.
Objek dari ITIL kerangka service management adalah
untuk penyediaan petunjuk/pedoman berlaku untuk semua tipe dari organisasi IT
penyediaan yang melayani untuk bisnis, terlepas dari ukuran mereka,
kompleksitas, atau apakah mereka provider layanan komersial atau divisi
internal bisnis. Organisasi tidak seharusnya mencari “implementasi ITIL”,
tetapi untuk implement sebuah solusi service management berdasarkan pada ITIL
yang memenuhi kebutuhan organisasi.
Sayangnya,kefokusan dalam program pembelajaran adalah pada spesifikasi terminologi dan proses pendefinisian termasuk pada ITIL, yang berarti bahwa individu tidak selalu dilengkapi untuk membuat keputusan yang diperlukan tentang bagaimana menerapkan proses kunci dan fungsi. Organisasi seharusnya tidak berusaha untuk 'menerapkan ITIL', tetapi untuk menerapkan solusi service management berdasarkan ITIL yang memenuhi kebutuhan organisasi.
2. THE ITIL CORE ( INTI DARI ITIL)
Service lifecycle adalah sebuah layanan IT
management yang menekankan kepentingan dari koordinasi dan kontrol variasi
fungsi, proses dan kebutuhan sistem untuk memanage seluruh lifecycle dari
layanan IT. Pendekatan Lifecycle pada service management menganggap strategi,
design, transisi, operasi Dn kelanjutan perbaikan dari layanan IT. Layanan
lifecycle digambarkan pada set yang
terdiri dari 5 publikasi dalam inti set ITIL.
Service strategy adalah penghubung sekitar
yang semuanya berputar. Strategi mengatur semua keputusan yang
selanjutnya akan diambil. Design, transisi dan operasi adalah kegiatan siklik
yang lebih iteratif. Pada sepanjang tahap lifecycle, peluang muncul untuk
perbaikan.
3. THE ITIL SERVICE MANAGEMENT MODEL
Semua layanan seharusnya hanya diatur oleh kebutuhan
bisnis dan hukum dari nilai yang mereka sediakan untuk organisasi. Karena itu letak pengambilan keputusan sama
dengan bisnis. Ilustrasi bagaimana lifecycle layanan dimulai dari perubahan
persyaratan pada level bisnis. Masing-masing dari “paket” akan(telah) dikaitkan
hasil bisnis.
Paket diteruskan ke tahap service design dimana
solusi layanan di hasilkan, mendefinisi segala sesuatu yang diperlukan untuk
mengambil layanan melalui tahap yang tersisa pada lifecycle.Definisi design
diteruskan ke tahap transisi layanan, dimana layanan dibangun, dievaluasi,
diuji dan divalidasi, dan ditransisi ke lingkungan hidup, dimana layanan masuk
ke tahap operasi layanan. Operasi layanan berfokus pada penyediaan layanan operasi
yang efektif dan efisien untuk pengantar hasil bisnis yang diperlukan dan nilai
untuk customer.
Kelanjutan
layanan peningkatan mengidentifikasi peluang untuk perbaikan berdasakan pada
pengukuran dan pelaporan yang efisien, keefektifan, keefektifan biaya
dan kepatuhan dari layanan sendiri, teknologi yang di gunakan dan proses service
management yang digunakan untuk mengelola komponen ini. Meskipun pengukuran
dilakukan selama tahap operasi, perbaikan dapat diidentifikasi untuk setiap
fase dari lifecycle.
sumber : ebook ITSM
Tidak ada komentar:
Posting Komentar